Thursday, December 18, 2008

Belajar dari Alam : Garam

Padepokan Ngisor Ringin di suatu pagi. Sang Guru duduk dikelilingi para muridnya. Kali ini Sang Guru memulai pelajaran hidup hari ini dengan cerita tentang “Garam vs Manusia”. Dan mengalirlah tutur singkat ini, runtut seperti alir air di sungai kecil yang membelah padepokan.

Garam, ketika tidak ada hadirnya di masakan, ia mampu menghilangkan rasa dari bahan-bahan lain yang harganya mahal. Semua terasa hampa. Daging yang mahal, sayuran yang mahal, tak terlihat adanya.

Begitu besar arti keberadaan garam. Walau begitu, manusia begitu rendah menghargai garam. Berapakah harga 1 kg garam? Coba bandingkan dengan harga 1 kg daging. Jauh sekali bedanya. Tapi garam tidak pernah protes. Garam tidak pernah mendemo manusia. Garam tidak pernah boikot dengan mengurangi kadar keasinannya. Garam tetap memberikan yang terbaik dari dirinya.

Tau kenapa? Karena garam tidak mengejar harga diri. Garam lebih mengejar nilai diri. Beda dengan manusia. Kebanyakan manusia orientasi hidupnya untuk mengangkat harga diri, bukan nilai diri. Ini adalah salah satu penyebab susahnya mencari kedamaian di dunia ini.

Sang Guru mengakhiri cerita. Para murid tercenung, sibuk dengan pikiran masing-masing. Tiba-tiba salah satu murid mengacungkan tangan. Murid yang lain bingung dengan tingkah temannya. Sang Guru dengan senyum teduhnya mempersilahkan murid tersebut untuk bicara. “Guru, mohon maaf. Saya mau pamit ke dapur sebentar. Saya lupa, tadi sayurnya belum saya beri garam”, ujar sang murid polos. Tawa pun meledak di Padepokan Ngisor Ringin.

Jangan pernah lelah untuk mencintai. Terus…...berikan yang terbaik, apapun yang kita terima. Seperti garam yang terus memberikan yang terbaik dari dirinya…..

Catt. Persembahan untuk satu Guru.

11 comments:

  1. Satu lagi cerita tentang garam...
    Ntar aja lah, tak jadikan posting berikutnya.

    Trims untuk spiritsnya...

    ReplyDelete
  2. sama-sama Mas. saya tunggu cerita garamnya..

    ReplyDelete
  3. Cerita tentang garam mengingatkan saya akan cerita tentang lilin.

    Saya juga punya cerita sendiri tentang asal-muasal terjadinya garam di muka bumi ini. Tapi kepanjangan kalau diceritakan di sini.

    Tapi ada tiga hal yang perlu diingat seputar garam:
    1. Garam bisa digunakan untuk mengusir binatang melata.
    2. Garam sering dan menjadi unsur penting perdukunan, biasanya dicampur minyak tertentu.
    3. Garam bisa menyebabkan darah tinggi.

    salam istimewa dari BISNIS GURU

    ReplyDelete
  4. Selamat malam mbak,
    Salam kenal dari blog bisnis muklis, nice artikel mba, sering dalam perjalanan hidup ini kita melupakan sesuatu yang mungkin di kita anggap sepele tak ada harganya padahal kalau ga ada hambar rasanya ya seperti duit 10ribu bila kurang 5rupiah aja maka ga akan jadi 10ribu, tul ga mba, maen mba ke blogku atau mungkin boleh tukar link, tambah sahabat, rejeki berlimpah tak tersendat, maaf klo kepanjangan, salam sukses ya mba ona

    ReplyDelete
  5. to Mas Umar:
    thanx u kunjungan baliknya.
    yang no 2 nyeremin Mas. hayo kok tau....

    to Mas Mukhlis :
    Oke..segera meluncur ke sana.

    ReplyDelete
  6. Uh..orang maunya jadi daging aja Mbak..jarang tuh mau jadi garam... jadi malu baca artikel ini..jangan-jangan saya termasuk orang yang pingin jadi daging..Tulisannya menggugah kelakuan saya selama ini. O ya.. Salam kenal Mbak Lintang Fajar..sering lihat namanya, tapi baru sempat mampir..kabari kalu ada posting terbaru lagi ya..

    ReplyDelete
  7. salam kenal balik Mas. terima kasih sudah mampir. sudah tuh, ada yang baru untuk menyambut hari ibu

    ReplyDelete
  8. Sayangnya motivator saat inin justru menyarankan untuk meningkatkan harga diri. Lakukan sesuatu yang membuat "harga" dirinya "mahal".

    ReplyDelete
  9. terima kasih untuk kunjungannya. kembali ke masing-masing kali ya. setiap kita berhak membuat pilihan kan?

    ReplyDelete
  10. mbak, justru kalo saya tahu mbak di jogja, sejak awal saya udah kontak deh.. soalnya saya sendirian ke sana.. ga ada temen blas.. kalo ada mbak, pasti seru kan hehehe.. bulan depan mungkin saya kembali ke sana..

    oya, jangan lupa tengok2 terus blog saya, supaya ga ketinggalan berita kalo saya lagi di jogja hahaha

    ReplyDelete
  11. otre bos... ku tunggu kau dengan setangkup rindu. hehehe...

    ReplyDelete